Pos

Menampilkan postingan dari September, 2010

Hukum Seputar Shalat

Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini. Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.

Perbedaan antara wali-wali Allah dan wali-wali syaithon

Gambar
Anggapan yang telah menyebar di kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah ta'ala, namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah.

MEMAHAMI NEGERI MUSLIM & NEGERI KAFIR

Menggunakan aturan selain hukum Allah belum tentu menyebabkan seseorang terjatuh kepada kekafiran besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Bisa saja pelakunya hanya kufur kecil dan tidak keluar dari Islam. Harus ada perincian dan penelitian terhadap orang yang menggunakan selain hukum Allah. Tidak serta merta kita bisa mengkafirkannya. Perincian tersebut berkaitan dengan pelaku pengguna hukum selain hukum Allah.

Apakah negara yang menggunakan hukum sekuler serta merta dapat disebut sebagai negara kafir?

Vonis kafir terhadap suatu negeri mempunyai akibat yang berlanjut. Hal ini sebagaimana vonis kafir terhadap seseorang, suatu kelompok, ataupun penguasa. Vonis kafir terhadap manusia berkonsekwensi penghalalan darah dan harta, pembatalan pernikahan, terhalangnya saling mewarisi, dan banyak hukum lainnya berkaitan dengan hukum murtad. Vonis kafir terhadap penguasa berpotensi berlanjut kepada pembangkangan terhadap penguasa tersebut, angkat senjata dan pemberontakan.

Vonis kafir terha…

WARNING...! Awas Bahaya Syirik

Gambar
Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan hikmah dari penciptaan manusia dan jin, hal ini ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi–Ku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” (Adz-Dzariyat: 56-58)

Untaian Nasehat Ibnu Taimiyyah : "Bahaya Syahwat Tersembunyi "

Syaikhul Islam berkata, "Kesyirikan mendominasi jiwa manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadits وَهُوَ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ "Kesyirikan pada umat ini lebih samar daripada rayapan semut", dan dalam hadits yang lain "Abu Bakar berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ . كَيْفَ نَنْجُو مِنْهُ وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ ؟
"Wahai Rasulullah, bagaimana kita bisa selamat dari kesyirikan sementara ia lebih samar dari rayapan semut?".
Maka Nabi –sallallahu 'alaihi wa sallama- berkata kepada Abu Bakar

أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَةً إذَا قُلْتَهَا نَجَوْتَ مِنْ دِقِّهِ وَجِلِّهِ ؟ قُلْ : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah kalimat yang jika engkau mengucapkannya maka engkau akan selamat dari kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar?, katakanlah, "Yaa Allah aku berlindung kepada Engkau dari perbuatan syirik kepadamu yang aku m…

Sunnah Nabi Terkait Susu

Doa Setelah Minum Susu

عن ابن عباس – رضي الله عنهما – قال: دخلت مع رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أنا و خالد بن الوليد على ميمونة، فجاءتنا بإناءٍ من لبنٍ، فشرب رسول الله، وأنا على يمينه وخالد على شماله،

Dari Ibnu Abbas, “Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khalid bin al Walid masuk ke rumah Maimunah. Maimunah menyuguhkan kepada kami satu wadah berisi susu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas meminumnya. Aku berada di sebelah kanan Rasulullah sedangkan Khalid ada di sebelah kiri Rasulullah.


فقال لي: «الشربة لك فإن شئت آثرت بها خالداً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Jatah minum selanjutnya adalah untukmu. Jika engkau berkenan, aku akan lebih mengutamakan Khalid dari pada dirimu”.

فقلت: ما كنت أوثر على سؤرك أحداً،

Aku berkata, “Aku tidak merelakan jika jatah minumku yang berasal dari sisi minummu kurelakan untuk orang lain”

ثم قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم- : «من أطعمه الله الطعام فليقل: اللهم بارك لنا فيه، وأطعمنا خي…

MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH KAUM WANITA

Di antara prinsip akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan merupakan ijma’ mereka adalah meyakini bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang Allah telah ciptakan dengan haq dan Dia menetapkan calon penghuni bagi keduanya. Allah jadikan Surga sebagai tempat tinggal abadi yang penuh dengan berbagai kenikmatan bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya, senantiasa berbuat amal shalih dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan neraka Dia jadikan sebagai tempat tempat tinggal yang mengerikan dan membinasakan bagi setiap orang kafir, musyrik, munafik dan durhaka kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“(Surga itu) telah dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran: 132] dan firman-Nya: “Neraka itu telah dipersiapkan bagi orang-orang kafir.” [QS. Al-Baqarah: 24, QS. Ali Imran: 131]

Siapakah Mayoritas Penghuni Neraka?

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Idul Adha atau…

Hadits Ummu Zar' (sebuah nasihat untuk istri)

Gambar
Hadits yang cukup panjang yang terdapat di HR. Al-Bukhari (no. 5189) di dalam kitab an-Nikaah dan HR. Muslim (no. 2448) ini berisi tentang sebelas wanita yang menceritakan tentang kondisi suaminya masing-masing, yang didalamnya banyak terkandung pelajaran. Hadits Ummu Zar’ ini dimasukkan ke dalam kategori: “Pergaulilah mereka dengan cara yang ma’ruf.” berikut teks haditsnya secara lengkap:


Al-Bukhari meriwayatkan, dalam Shahiihnya pada bab “Ber­gaul dengan Baik terhadap Keluarga,” sebuah hadits marfu’ dari ‘Aisyah . Ia menuturkan:

Syarh Aqidah Wasithiyah(4)

Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Tentang Asma’ Dan Sifat-Sifat Allah Secara Tafshil (4/4)
Memasuki bagian akhir dari bab ini, selain memaparkan dan menjelaskan kabar-kabar berupa nama dan sifat Allah yang datang dari-Nya dan dari rasul-Nya, juga menjelaskan secara khusus dalil-dalil bahwa orang-orang mukmin akan melihat Allah di akhirat dan juga bahwa Allah turun ke langit dunia setiap malam. Hal ini untuk menepis keragu-raguan orang yang tidak meyakini akan kebenaran kedua fakta ini. Simak juga pembagian sifat-sifat Allah. Apa saja perbedaan kedua jenis sifat-sifat Allah?


4.1.17 Orang-orang Mukmin Melihat Allah Pada Hari Kiamat


Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada
Rabbnyalah mereka melihat. (Al-Qiyamah: 22 – 23).


Pada bab ini penulis Rahimahullah Ta’ala menyebutkan ayat-ayat yang
menunjukkan bahwa orang-orang mukmin melihat Rabb mereka pada hari
kiamat, secara langsung dengan mata kepala mereka dengan cara yang
layak dengan kebesaran-Nya, yang mana hal i…

Syarh Aqidah Wasithiyah(3)

Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Tentang Asma’ Dan Sifat-Sifat Allah Secara Tafshil (1/4)
Memasuki pembahasan bab selanjutnya dari Syarh Aqidah Al-Wasithiyah, tiba saatnya untuk mengulas secara terperinci (tafshil) pemahaman ahlus sunnah terhadap sifat-sifat Rabb semesta alam. Mereka menetapkan sifat-sifat serta nama-nama Allah menurut apa yang Dia atau Rasul-Nya sebutkan. Ayat-ayat serta hadits-hadits apa saja yang berkaitan dengan penetapan ini?

4. Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Tentang Asma’ Dan Sifat-Sifat Allah
Secara Tafshil


Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah madzhab kaum salaf
HREF="#foot169">4.1 Rahimahumullah Ta’ala. Mereka beriman kepada apa saja yang disampaikan
oleh Allah mengenai diri-Nya di dalam kitab-Nya dan oleh Rasulullah
dengan keimanan yang bersih dari tahrif dan ta’thil serta dari takyif
dan tamtsil.


Mereka menyatukan pembicaraan mengenai sifat-sifat Allah dengan pembicaraan
mengenai Dzat-Nya, dalam satu bab. Pendapat mereka mengenai sifat-sifat