Hukum Mengecat Rambut

Manhaj

» » Hukum Mengecat Rambut

Semoga Allah senantiasa memberi taufik pada antum.

Menyemir rambut diperbolehkan dengan dua syarat:

1. Tidak menggunakan penyemir warna hitam.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

"Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

2. Menyemir rambut dilakukan ketika ada hajat yaitu ketika rambut sudah beruban.

Sedangkan jika menyemir dilakukan tanpa hajat, biasanya dilakukan dalam rangka tasyabuh dengan orang kafir, ingin keren sebagaimana orang kafir. Maka ini terlarang. Ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Wallahu a'lam.

Share

You may also like

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Tauhid